ISTILAH BIAYA DASAR DAN KONSEP : KLASIFIKASI BIAYA (Chapter 02, Managerial Accounting 3rd Edition by Ronald W. Hilton)


CHAPTER 2
 BASIC COST TERM AND CONCEPT

(Chapter 02, Managerial Accounting 3rd Edition by Ronald W. Hilton)
..........................................................................................................




Istilah Biaya Dasar dan Konsep


Tujuan pembelajaran:
  • Menjelaskan arti dari “Biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda”.
  • Mendiskripsikan kebiasaan dari biaya variabel dan tetap, keduanya dalam total pada dasar perunit.
  • Memahami konsep dari cost driver dan pentingnya mengidensifikasi sebuah cost driver perusahaan.
  • Membedakan antara biaya langsung dan biaya tak langsung dan biaya terkontrol dan biaya tak terkontrol.
  • Membedakan antara biaya produksi, period cost dan beban.
  • Mampu memberikan contoh dari biaya penjualan, biaya pemasaran, biaya administrasi, biaya riset dan pengembangan, dan 3 jenis dari biaya manufaktur.
  • Mendiskripsikan peran biaya pada laporan lab-rugi dan neraca perusahaan dagang, perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa.
  •  Mempersiapkan sebuah jadwal dari harga pokok produksi, sebuah jadwal harga pokok penjualan dan sebuah laopran laba-rugi untuk sebuah pabrik.
  • Menetapkan dan memberi contoh dari sebuah opportunity cost, a out-of-pocket cost, a sunk cost, a differential cost, a marginal cost dan an average cost.
  • Menjelaskan kecenderungan perilaku kebanyakan orang yang ditunjukkan ketika menghadapi opportunity cost and sunk cost.



COST CLASSIFICATION: DIFFERENT COST FOR DIFFERENT PURPOSES
..................................................................................................................................................................
KLASIFIKASI BIAYA : BIAYA YANG BERBEDA UNTUK TUJUAN YANG BERBEDA.

Kata “Cost (Biaya)” dapat memiliki arti yang berbeda tergantung pada keadaan bagaimana itu digunakan. Data biaya diklasifikasikan dan dicatat dengan cara tertentu untuk satu tujuan mungkin tidak sesuai dengan pengguna lain. Dengan memahami konsep dan klasifikasi ini memungkinkan manajemen akuntansi menyediakan data biaya yang sesuai untuk manajer yang membutuhkan.
Fixed and Variable Cost (Biaya tetap dan biaya variabel).
Salah satu klasifikasi biaya yang paling penting adalah melibatkan cara perubahan biaya dalam kaitannya dengan perubahan aktvitas organisasi. Aktivitas mengacu pada suatu ukuran pada output organisasi yang berupa produk atau jasa. Aktivitas-aktivitas yang menyebabkan biaya harus di keluarkan disebut cost driver (penyebab biaya).
Variable cost biaya yang berubah secara total sesuai proporsi langsung pada sebuah perubahan dalam tingkat aktivitas (or cost driver). Jika aktivitas meningkat 20%, maka total biaya variabel meningkat 20% juga.
Fixed Cost adalah tetap tidak berubah secara total berdasarkan/mengikuti tingkat aktivitas (or cost driver) yang berubah. Jika aktivitas meningkat atau menurun 20%, total fixed cost tetap sama.

Identifying Cost Drivers (Mengidentifikasi cost drivers)
Sebuah langkah awal yang penting dalam memahami perilaku biaya dalam suatu organisasi adalah mengidentifikasi cost driver berdasarkan / tergantung jenis biaya itu. Sebuah cost driver adalah salah satu karakteristik dari sebuah peristiwa atau aktifitas yang menyebabkan biaya-biaya harus dikeluarkan oleh peristiwa atau aktivitas tersebut. Disebagian besar organisasi berbagai jenis biaya menanggapi pemicu biaya (cost driver) yang sangat berbeda.
Dalam mengidentifikasi pemicu biaya (cost driver), manajemen akuntansi seharusnya mempertimbangkan sejauh mana suatu biaya atau kelompok variasi biaya sesuai dengan pemicu biaya (cost driver). Hubungan yang paling tinggi antara biaya dan pemicu biaya (cost driver), yang lebih akurat akan menjadi pemahaman yang dihasilkan dari perilaku biaya. Pertimbangan terpenting lainnya adalah biaya yang mengukur pemicu biaya (cost driver).

Direct and Indirect Cost (Biaya Langsung dan tak langsung)
Satu tujuan penting dari manajemen akuntansi adalah membantu para manajer dalam mengendalikan biaya. Terkadang mengontrol biaya difasilitasi dengan menelusuri biaya ke departemen atau pusat kerja dimana biaya itu dikeluarkan. Menelusuri biaya ke departemen dikenal sebagai tanggungjawab akuntan. Suatu biaya yang dapat ditelusuri ke departemen tertentu disebut biaya langsung dari departemen.
Suatu biaya yang tidak langsung dapat dilacak/ditelusuri ke suatu departemen tertentu disebut biaya tak langsung dari departemen.
Apakah suatu biaya merupakan sebuah biaya langsung atau sebuah biaya tak langsung dari suatu departemen seringkali tergantung pada dimana departemen yang dipertimbangkan. Suatu biaya dapat menjadi biaya langsung dari satu departemen atau bagian dalam organisasi tetapi merupakan biaya tak langsung dari departemen lain.
Satu tujuan penting dari sebuah sistem manajemen biaya adalah melacak sebanyak mungkin biaya lansung pada aktivitas yang menyebabkan mereka dikeluarkan. Yang terkadang disebut sebagai aktivitas akuntansi, proses ini penting bagi tujuan organisasi dalam mengeliminasi bukan biaya pertambahan nilai (non-value-added-costs). Ini semua merupakan biaya dari aktifitas yang dapat dieliminasi tanpa kemerosotan kualitas, prestasi ataupun nilai keuntungan produk.

Controllable and Uncontrollable Costs (Biya terkontrol dan tak terkontrol)
Klasifikasi biaya lainnya yang dapat membantu dalam mengontrol adalah melibatkan kemampuan mengontrol suatu satuan biaya oleh seorang manajer tertentu. Jika seorang manajer dapat mengontrol atau sangat mempengaruhi tingkat biaya, kemudian biaya itu diklasifikasikan sebagai sebuah biaya yang dapat dikontrol (controllable cost) manajer tersebut. Sedangkan biaya yang seorang manajer tidak dapat mempengaruhi secara signifikan diklassifikasikan sebagai biaya yang tak dapat dikontrol (uncontrollable cost) manajer tersebut.

Manufacturing Costs (Biaya Produksi)
Untuk membantu manajer dalam perencanaan dan kontrol biaya, manajemen akuntansi mengklasifikasi biaya berdasarkan area/bidang fungsional dari organisasi dimana biaya-biaya berhubungan. Beberapa contoh dari area/bidang fungsional manufaktur, produksi jasa, , pemasaran, administrasi dan penelitian dan pengembangan.
Biaya manufaktur diklasifikasikan kedalam 3 kategori, yaitu: Bahan Baku Lansung,  Tenaga Kerja Langsung, dan overhead pabrik.
Direct Material bakan baku yang dikonsumsi dalam proses produksi secara fisik tergabung dalam produk jadi, dan dapat ditelusuri secara mudah pada produk disebut Biaya Bahan Baku.

Direct Labor biaya upah dan gaji dan tunjangan bagi personil yang bekerja secara lansung pada pemrosesan produk diklasifikan sebagai Biaya Tenaga Kerja Langsung.
Manufacturing Overhead semua biaya produksi lainnya diklasifikasikan sebagai Biaya Overhead Pabrik. Yang didalamnya termasuk 3 jenis biaya: Biaya bahan baku tak lansung / bahan penolong, biaya tenaga kerja tak langsung.

Indirect Material bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi tetapi tidak menjadi bagian/bahan yang penting dari produk jadi diklasifikasikan sebagai Biaya Bahan Tak Lansung.
Indirect Labor biaya personil yang tidak bekerja secara lansung pada produk, tapi yang jasa/layanan/tenaga-nya diperlukan untuk proses produksi sebagai Biaya Tenaga Kerja Tak Lansung.
Other Manufacturing Costs semua biaya produksi lain selain biaya bahan baku dan tenaga kerja diklasifikasikan sebagai Biaya Overhead Pabrik.

Production Cost In Service Industry Firms and Nonprofit Organizations (Biaya Produksi Dalam Perusahaan Jasa dan Organisasi Nirlaba)
Perusahaan Jasa dan banyak Organisasi Nirlaba juga terlibat dalam produksi. Yang membedakan organisasi ini dari pabrik adalah pada jasa yang dikonsumi sebagai produknya, sedangkan produk yang diproduksi dapat disimpan dalam persediaan.

Nonmanufacturing Costs (Bukan Biaya Produksi)
Banyak fungsi pengklasifikasian biaya lainnya disamping biaya produksi. 4 terpenting diantara adalah :
1.       Merchendise costs
2.       Marketing costs
3.       Administrative costs
4.       Research and development costs

Merchendise cost adalah biaya yang dikeluarkan oleh para pengecer dan perusahaan grosir untuk memperoleh barang dangan guna dijual kembali. Biaya barang termasuk biaya pembelian barang dagangan sekaligus biaya transportasi.

Marketing costs berisi biaya menjualkan barang dagangan atau pelayanan/jasa dan biaya pendistribusian. Biaya penjualan (biaya memperoleh pesanan) berisi gaji, komisi dan biaya perjalanan dari personil penjualan, dan biaya iklan dan promosi. Biaya distribusi (biaya pendistribusian pesanan) mengacu pada biaya penggudangan, pemeliharaan, dan pengiriman produk jadi.

Administrative costs mengacu pada semua biaya yang menjalankan kegiatan organisasi. Gaji personil top manajer dan gaji akuntan, hukum, dan aktivitas public relations adalah contoh-contoh biaya administrasi.

Research and development costs mencakup semua biaya pengembangan produk dan jasa baru. seperti biaya menjadi semakin penting dengan meningkatnya kompetisi internasional dan sebagai perusahaan teknologi tinggi yang membuat segmen perekonomian bertumbuh. biaya menjalankan laboratorium, membangun prototipe produk baru dan pengujian produk baru diklasifikasikan sebagai biaya penelitian dan pengembangan.

Product Costs, Period Costs, and Expenses (Biaya Produksi, Biaya periode, dan Beban)
Hal terpenting dalam akuntansi manajemen dan keuangan adalah waktu dengan biaya untuk memperoleh aset dan jasa diakui sebagai beban. Beban didefinisikan sebagai biaya yang keluar ketika suatu harta digunakan atau terjual untuk kepentingan menperoleh pendapatan. Istilah product cost dan period cost di gunakan to mendiskripsikan waktu dengan beban yang bervariasi dan terorganisir.
Product cost adalah biaya yang ditetapkan pada barang yang baik dibeli atau diproduksi untuk dijual kembali. Biaya produksi digunakan untuk menilai persediaan penjualan, biaya produksi yang diakui sebagai beban disebut harga pokok penjualan (cost of goods sold).
Istilah lainnya pada biaya produk adalah biaya perolehan produk, sejak sebuah biaya produk disimpan sebagai biaya persediaan hingga barang-barang tersebut terjual. Selain pengecer, perusahaan grosir dan perusahaan manufaktur, konsep dari biaya produk relevan bagi produsen dari barang perolehan produk.
Semua biaya yang bukan merupakan biaya produk disebut biaya periode. Biaya ini diidentifikasi berdasarkan periode waktu dimana mereka dikeluarkan daripada jumlah barang yang dibeli atau diproduksi. Biaya periode ditetapkan sebagai beban selama periode waktu dimana mereka dikeluarkan. Semua biaya peneliatian dan pengembangan, pemasaran, dan administrasi diperlakukan sebagai biaya periode.




COSTS ON FINANCIAL STATEMENTS
.......................................................................................................................................................
BIAYA-BIAYA PADA LAPORAN KEUANGAN

Income Statement
Pada perusahaan manufaktur, biaya penjualan dan administrasi adalah biaya periode pada laporan laba-rugi, dan tercatat sebagai beban penjualan dan administrasi. Biaya bahan baku, tenga kerja langsung, dan overhead pabrik disimpan dalam persediaan sampai waktu ketika produk tersebut terjual. Maka biaya produksi dari persediaan dijual menjadi harga pokok penjualan (cost of goods sold), dan tercatat sebagai beban pada laporan laba-rugi.
Pada perusahaan dagang, biaya produk merupakan keseluruhan biaya memperoleh persediaan barang dagang untuk dijual kembali. Biaya-biaya produk disimpan dalam persediaan hingga sampai waktu ketika barang dagangan terjual. Kemudian biaya-biaya ini menjadi harga pokok penjualan (cost of goods sold ,terkadang juga disebut sebagai cost of sale) pada laporan laba-rugi-nya.
Tidak ada biaya inventarisasi produk di perusahaan jasa. Meskipun perusahaan ini tidak terlibat dalam produksi jasa, output yang berupa jasa/layanan dikonsumsi seketika itu diproduksi. Perusahaan industri jasa pada umumnya mengaacu pada biaya produksi jasa sebagai beban usaha (operating expenses).  Beban usaha diperlakukan sebagai biaya periode dan dibebankan selama periode beban tersebut terjadi.

Balance Sheet (Neraca)
Sejak pengecer, perusahaan grosir, dan perusahaan manufaktur menjual produk yang dapat disimpan, neraca mereka juga dipengaruhi oleh biaya produk. Yang termasuk dalam kelompok aset lancar dari masing neraca tersebut adalah persediaan. Perusahaan manufaktur mempunyai tiga jenis persediaan. Persediaan bahan baku termasuk semua bahan sebelum dimasukkan kedalam produksi. Persediaan produk dalam proses mengacu pada barang diproduksi yang hanya selesai sebagian pada waktu neraca disiapkan. Persediaan produk jadi mengacu pada barang diproduksi yang telah selesai dan siap untuk dijual. Nilai persediaan produk dalam proses dan produk jadi diukur berdasarkan biaya produksi mereka.
Pada perusahaan dagang, biaya memperoleh barang dagangan dicatat sebagai nilai persediaan barang dagang.



 COSTS FLOWS IN A MANUFACTURING COMPANY
.............................................................................................................................................................
ARUS BIAYA DALAM SEBUAH PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan BOP merupakan tiga jenis dari biaya produksi yang di keluarkan oleh pabrikan. Biaya ini adalah biaya produk karena mereka disimpan didalam persediaan hingga periode waktu produk pabrikan terjual. Pabrikan memiliki sistem pembiayaan produk untuk menjaga arus biaya mulai produksi dimulai hingga produk jadi terjual.
Perusahaan manufaktur umumnya mempersiapkan sebuah jadwal  biaya pokok produksi dan jadwal harga pokok penjualan untuk meringkas aliran produksi selama periode akuntansi. Jadwal ini dimaksudkan untuk penggunaan internal oleh manajemen dan umumnya tidak umum.




COSTS FLOWS IN A MANUFACTURING COMPANY
.........................................................................................................................
ARUS BIAYA DALAM SEBUAH PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Selain klasifikasi biaya akuntansi, seperti biaya produk dan biaya periode, akuntansi manajemen juga menggunakan konsep ekonomi dalam mengklasifikasikan biaya. Seperti konsep yang seringkali berguna dalam membantu para akuntan memutuskan informasi biaya apa yang relevan untuk keputusan yang dihadapi oleh manajer organisasi. Beberapa konsep biaya ekonomi yang paling penting dibahas selanjutnya.

Opportunity Costs
Diartikan sebagai keuntungan yang dikorbankan ketika pilihan dari satu tindakan menghalangi pengambilan alternative tindakan.
Opportunity cost timbul di  banyak keputusan-keputusan bisnis. Opportunity cost juga muncul dalam keputusan personal. Dalam perspektif ekonomi, sedolar dari opportunity cost berhubungan suatu tindakan yang harus diperlakukan setara dengan sedolar uang di tangan (Out-of-pocket costs). Out-of-pocket costs adalah mereka yang membutuhkan pembayaran tunai atau asset lainnya sebagai akibat dari timbulnya mereka.

Sunk Costs
Sunk Costs adalah biaya-biaya yang telah dikeluarkan pada masa lalu. Karena itu, mereka tidak mempengaruhi biaya masa mendatang dan tidak dapat dirubah dengan tindakan saat ini atau masa depan. Contohnya adalah seperti biaya-biaya yang termasuk dalam biaya akuisisi dari perlatan yang sebelumnya dibeli dan biaya pemroduksian persediaan ditangan.

Differential Costs
Adalah dimana biaya yang berbeda dibawah dua tindakan alternative. Misalnya, terdapat Negara sedang mempertimbangkan dua situs yang bersaing untuk TPA baru. Jika situs utara yang dipilih, biaya tahunan angkut sampah ke situs itu diproyeksikan $85,000. Jika selatan dipilih perubahan biaya transportasi tahunan diharapkan menjadi $70,000. Biaya perbedaan tahunan mengangkut ampah dikalkulasikan sebagai berikut:
Biaya tahunan mengangkut sampah ke situs utara                            $85,000.
         Biaya tahunan mengangkut sampah ke situs selatan                         $70,000.


Marginal Cost and Average Costs
Sebuah kasus special dari konsep biaya perbedaan adalah marginal cost, merupakan biaya ekstra yang dikeluarkan ketika satu unit tambahan diproduksi. Biaya marginal biasanya berbeda diseluruh rentang yang berbeda dari jumlah produksi karena efisiensi proses produksi berubah.
Dan average cost adalah biaya total, berapapun kuantitas yang diproduksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi.


COSTS AND BENEFITS OF INFORMATION
......................................................................................................................................................BIAYA DAN KEUNTUNGAN DARI INFORMASI

Banyak perbedaan biaya yang telah dieksplor di bab ini. Satu tugas penting dari akuntansi manajemen adalah menentukan konsep mana yang paling sesuai dengan situasi. Akuntan mencoba untuk menyusun system informasi akuntansi organisasi untuk mencatat data yang akan berguna untuk berbagai macam tujuan. Keuntungan mengukur dan mengklasifikasikan biaya dalam cara tertentu yang diwujudkan melalui perbaikan dalam hal perencanaan, control, dan pembuatan keputusan fasilitas informasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAMALAN NILAI TUKAR: TEKNIK-TEKNIK PERAMALAN

Auxiliary Regression